Minggu, 26 April 2015

Dongeng Curug Cipatahunan Karangkamulyan Lebak Banten.


                                                  CURUG CIPATAHUNAN


 Cerita ini sudah ada sejak jaman dahulu, percaya atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya
yuk kita simak ..?

   Dahulu kala ada dua orang kakak beradik, ujang nama dari kakak laki-laki dan sinta nama adik perempuan, merekan hidup sederehada di sisi desa bernama Cidahu, Ujang yang saat itu menderita sakit sejak setahun yang lalu, kakinya lumpuh sebelah sehingga dia tida bisa beraktivitas seperti
seperti kebanyakan orang lainnya pekerjaan ujang setahun yang lalu ialah mencari ikan dan Sinta yang menjualnya.Setelah dia menderita penyakitnya itu dia beralih menjadi pengrajin perabotan rumah tangga dari kulit bambu dan sedikit mempunyai pengetahuan tentang keagamaan ...maklum dulu dia pernah belajar di pesantren selama tiga tahun

   Suatu ketika ujang sang kakak meminta adiknya untuk menangkap ikan di sungai untuk mereka makan pagi itu, dan Sinta pun segera bergegas menuju sungai sambil membawa seser kecil nya. sesampainya di sungai dia langsung menggunakan sesernya untuk menangkap ikan setelah sekian lama, ikan pun tak kunjung dapat Sintapun tidak menyerah dia terus mengayunkan sesernya ke setiap sisi-sisi sungai. Waktupun terus berlalu terik matahipun seakan menyengan kulit sinta yang kuning kecoklatan .. sintapun hendak beristirahat sejenak dia pun berjalan ketepian sungai tiba-tiba dia melihat sebutir telur seperti telur ayam hanya saja ukurannya 10 kali lipat dari telur ayam biasa. Sinta berpikir sejenak "telur apa ini bisa di makan gak yah" ucap sinta dalam hati ... setelah itu dia mengambil telur itu dan dia berkata "daripada saya tida dapat apa" kasihan kakak saya mungkin sudah lapar" .. Sintapun akhirnya membawa telur itu kerumah ...

   Sesampai di rumah ujang berkata "sudah pulang sin kenapa lama sekali?" Sintapun menjawab "iya kak hari ini sungai arusnya deras jadi ikan susah di tangkap ... saya hanya bisa menangkap bebrapa ikan kesil saja kak . dan sebutir telur yang mungkin bisa di makan "telur? telur apa coba kakak lihat  ujar sang kakak .. "ini" Sinta memperlihatkan nya ... Ujang melihat telur itu seakan dia tersendat dalam pengelihatannya dia melihat bahwa telur itu bukan telur biasa dia merasakan ada arua mistik di dalam telur entah kenapa sang kakak malah ingin memakannya .. dia berkata pada adiknya "Sin kamu makan ikannya aja ya telurnya biar kakak yang makan"  "iya kak " jawab Sinta ... Sintapun segera memasaknya !!! setelah matang ujang pun memakan terlur tersebut  tersebut dan Sinta hanya memakan ikan kecil  yang bebera ia dapat . setelah memakannya tiba-tiba ujang merasa haus tenggorokannya seperti tebakar dia pun langsung minum air yang ada di depannya, setelah air di teko itu habis tenggorokan ujang masih merasa terbakaR "kenapa kak? kenapa kaka menum banyak sekali? tanya sinta....' nggak tau sin tenggorokan kaka panas sin"  jawab ujang, ujang menuju ke sumur belakang rumahnya untuk minum .. tatapi tetap saja masih belum memenuhi dahaganya dia pun meminta sinta mengantarkannya ke suangai ,,, Sintapun memapah kaknya menuju sungai .. sesampai di sungai Ujang pun langsung meminum air yang yang ada di sungai entah kenapa dalam sekejap sungai itu kerinng di minum ujang Sintapun kaget melihat kejadian itu .. tiba" ujang pun bertingkah aneh di menggeliat seperti orang kesurupan .. tak lama ada yang aneh dengan tubuh ujang kulit Ujang keluar sisik dan di dahinya keluar tanduk tubuhnyapun lama kelamaan memanjang menjadi ular naga  ternyata telur itu telur ular naga yang dulu pernah tewas setelah bertarung melawan raja naga yang terletak di Curug Cipatahuna ..
    Sinta yang melihat tubuh kakak berubah diapun serontak menangis ,, setelah menjadi naga ujang pun ber kata adiku naiklah ke punggung ku kakak akan pergi ke curug Cipatahunan untuk melawan Nagaumang .. sintapun naik ke punggung ular sambil memegang tanduk ular tersebut ,, mereka pun bergegas setelah mereka meninggalkan sungai air sungaipun kembali mengalir normal seolah tidak terjadi apa-apa ... dan penduduk desa tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut sesampainya di Curug Cinta menoleh ke belakang dia tercengang melihat jejak mereka ..jejak ular yang diameternya mungkin sekitar 7 meter ... ujangpun menyuruh Sinta turun ... dan dia berkata adiku setelah kakak masuk kedalam air, apa bila keluar darah putih itu berarti bukan darah nya kakak>>! apabila biru dan kuning bukan darah kaka, apabila keluar darah merah itu berarti darah kaka. dan kakak berarti gugur dalam pertarugan .. Sintapun menganggukan kepalanya dan menunggu di atas batu yang berada di tepian Curug ujang pun masuk... setelah lama,,, tiba-tiba keluar darah putih sintapun menangis dia berkata mungkin itu darah kakak saya keluar lagi darah hijau lalu kuning .... dan terakhir keluar darah merah Sintapun menangis tiada henti dia sadar kalau kakanya sudah tewas dia tetap menangis hingga air kembali tenang ... setelah lama tiba ada dua orang pemuda yang pulang memancing  melihat Sinta duduk sambil menangis ... lalu membawa sinta pulang setelah Sinta dewasa salah satu pemuda itu menikahi Sinta .. dan sintapun melangsungkan hidupnya sebagai seorang istri..  

SEKIAN                                                                                                                                                                   
Cerita ini hanya fiktif belaka apa bila kesamaan nama,karakter dan lain-lain itu bukan merupakan unsur kesengajaan
                                                              
 THANKS FOR READING................












                       

2 komentar: